Tips Memberi Pertolongan Pertama sesuai DRABC

Tips Memberi Pertolongan Pertama sesuai DRABC

AJAR Hospitality

Tips Memberi Pertolongan Pertama sesuai DRABC

AJAR.id – Hello Ajarian! DRABC merupakan akronim yang digunakan untuk menjelaskan prosedur pertolongan pertama kepada korban kecelakaanDRABC membantu Kamu menentukan tindakan apa yang harus dilakukan pertama, kedua, dan seterusnya dalam menangani situasi darurat.

Mengikuti prosedur pertolongan pertama sesuai DRABC akan mencegah adanya cedera lebih lanjut dan memudahkan Kamu untuk mengidentifikasi kondisi korban sebelum menentukan pertolongan seperti apa yang dibutuhkan.

Apa sih kepanjangan dari DRABC?

DRABC memiliki arti sebagai berikut:

  • D adalah Danger – Analisa situasi dan adanya bahaya pada lokasi kejadian
  • R adalah Response – Periksa kesadaran diri korban, cek bagian-bagian yang vital
  • A adalah Airway – Buka jalan pernapasan korban
  • B adalah Breathing – Periksa tingkat respirasi (respiration rates) korban
  • C adalah Circulation – Cek sirkulasi darah melalui denyut nadi

Nah, kini Kamu sudah memahami apa itu kepanjangan dari DRABC. Selanjutnya mari pelajari lebih lanjut bagaimana penerapannya!

Danger  Menganalisa situasi dan memeriksa adanya bahaya

Periksa adanya bahaya yang bisa mengancam diri sendiri, korban, serta orang lain di tempat kejadian. Bahaya yang mengancam keselamatan jiwa bisa berupa api, ledakan gas, dan sengatan listrik.

Bila diketahui terdapat bahaya di sekitarmu, segera berpindah ke lokasi yang aman bersama korban kecelakaan. Apabila korban mengalami cedera punggung, angkat korban dengan cara menjaga leher dan punggungnya agar tidak bergerak.

Response  Memeriksa apakah korban berada dalam kesadaran atau tidak

Tahapan ‘Response’ merupakan tahapan di mana Kamu perlu memastikan kesadaran diri korban. Cobalah menyentuh punggung dan memanggil nama korban untuk melihat respons yang muncul. Jangan menggoyang-goyangkan tubuh korban karena bisa memperparah cedera.

Tanyakan kondisi korban, Kamu bisa bertanya langsung atau menanyakan pada saksi mata: Apa yang terjadi? Seperti apa kronologisnya? Apakah korban mengalami cedera leher atau punggung?

Setelah Kamu memahami situasi kejadian, periksa kondisi fisik korban, apakah ada pendarahan, patah tulang, rasa mual, dll.

Airway  Pastikan jalan pernapasan korban tidak terhalang

Bila korban tidak bernapas, bukalah jalan pernapasan dengan cara meletakkan satu tangan di dahi korban lalu angkat dagunya agar posisi kepala miring ke belakang. Keluarkan hal-hal yang menghalangi jalur pernapasan, seperti makanan, muntahan, air liur, gigi yang tanggal, dll) sehingga korban bisa bernapas.

Untuk membantu pernapasan korban, Kamu bisa melakukan pernapasan buatan dari mulut ke mulut.

Breathing  Cek apakah korban masih bernapas

Kamu perlu memastikan apakah korban masih bernapas atau tidak. Caranya bisa dengan mengamati dada yang naik turun, mendengarkan suara hembusan napas, atau dengan menempelkan pipi di dekat mulut korban selama 10 detik untuk merasakan hembusan napas.

Bila diketahui bahwa korban tidak bernapas, segera lakukan pernapasan mulut untuk menyelamatkannya. Pantau terus tingkat pernapasan korban, jika melemah maka Kamu harus terus memberi bantuan pernapasan hingga pernapasan stabil.

Tingkat pernapasan atau respiration rate bisa diketahui dengan cara mengamati gerakan dada atau perut lalu menghitung berapa banyak gerakan naik turun selama 15 detik. Jumlah gerakan lalu dikali 4 untuk mendapatkan angka tingkat pernapasan per menit.

Circulation  Memastikan denyut nadi korban

Tahapan ini diperlukan untuk menentukan apakah jantung korban masih berdetak atau tidak. Tanpa denyut nadi, berarti tidak ada detak jantung dan sirkulasi darah. Bila diketahui tidak ada denyut nadi, lakukan kompresi dada. Bila tidak ada denyut nadi dan tanda-tanda korban bernapas maka lakukan CPR (Cardio-Pulmonary Resuscitation).

Cara mudah untuk memeriksa denyut nadi adalah lewat leher. Letakkan jari tengah dan jari telunjuk pada laring/pita suara korban kemudian raba area tersebut hingga Kamu merasakan gerakan antara tulang dan otot di dekat tenggorokan. Tekan area tersebut hingga denyut nadi bisa dirasakan.

Menerapkan prosedur DRABC sangatlah membantu dalam memberikan arahan saat situasi darurat di mana Kamu harus melakukan pertolongan pertama. Pantau terus kondisi korban setelah pertolongan pertama diberikan hingga korban tersebut ditangani oleh tim medis profesional ya!

Baca juga: Hal yang Wajib Diperhatikan saat Memberi Pertolongan Pertama

Salam jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News