Tips Berkomunikasi agar Tidak Terjadi Kesalahpahaman

Tips Berkomunikasi agar Tidak Terjadi Kesalahpahaman

AJAR Hospitality

Tips Berkomunikasi agar Tidak Terjadi Kesalahpahaman

AJAR.id ─ Hello Ajarian! Bagi para pekerja di bidang jasa, kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik sangatlah dibutuhkan karena Kamu akan sering berinteraksi dengan banyak orang. Khususnya sebagai pelaku industri pariwisata, Kamu akan berkomunikasi dengan sesama rekan kerja, tamu hotel, klien bisnis, staf pemerintahan atau organisasi swasta, penduduk lokal, hingga dengan media.

Komunikasi dengan orang-orang tersebut dapat terjadi di mana saja, mulai dari di dalam lingkungan kerja, pada back-of-house dan front-of-house, area resepsionis, dalam perjalanan wisata, saat ada penyelenggaraan acara, serta ketika berbicara melalui telepon.

Ada berapakah jenis komunikasi?

Media komunikasi yang digunakan dalam suatu industri dapat bervariasi, aturan perusahaan atau jenis sektor industrinya bisa menjadi faktor penentu. Akan tetapi, jenis komunikasi yang paling dasar terdiri dari 4 jenis:

  1. Verbal ─ meliputi komunikasi secara langsung (face-to-face) maupun lewat telepon, baik dengan bahasa Indonesia, Inggris, maupun bahasa daerah
  2. Tertulis ─ segala komunikasi tertulis yakni mencakup e-mail, surat, poster, label, materi iklan
  3. Non-verbal ─ dilihat dari ekspresi wajah, gestur tubuh, bahasa tubuh
  4. Komunikasi yang menggunakan penerjemah/interpreter sebagai perantaranya

Apa saja yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi?

Agar pesan yang Kamu sampaikan dalam berkomunikasi bisa diterima dengan baik secara profesional dan sopan, simak tips-tips berikut ini:

Ikuti prosedur hotel terkait panduan berkomunikasi dengan tamu dan rekan kerja. Biasanya hotel memiliki standar khusus untuk menyapa tamu, menjawab panggilan telepon, serta berinteraksi dengan sesama staf. Untuk berkomunikasi dengan tamu, baiknya dengan memanggil nama mereka. Namun kalau kamu tidak mengetahui namanya, cukup panggil saja ‘Bapak’ atau ‘Ibu’.

Bicaralah dengan intonasi yang sesuai serta artikulasi yang jelas. Tidak perlu berteriak maupun berbisik-bisik, gunakan nada yang sopan. Kamu juga tidak boleh memotong pembicaraan tamu, dengarkan mereka dahulu baru berikan tanggapan.

Ucapkan maaf, tolong, dan terima kasih pada setiap kesempatan, karena hal ini akan menunjukkan kesopanan serta agar tamu merasa dihargai saat berbicara denganmu.

Junjung tinggi kejujuran akan tetapi juga dengan melihat situasi dan kondisi. Berkata jujur itu perlu, namun kamu pun harus peka, berempati dan menghargai lawan bicaramu.

Perhatikan gestur tubuh yaitu dengan menyesuaikan bahasa tubuhmu dengan bahasa verbalmu. Jadi, ketika kamu sedang berbicara dengan nada ramah maka semestinya raut wajahmu pun tersenyum. Atau saat sedang mempersilahkan tamu, jangan melipat tanganmu di dada─hal ini memberikan kesan arogan dan kurang sopan.

Tips di atas akan membantumu agar tidak terjadi kesalahpahaman alias miskom. Kesalahpahaman akan terjadi bila pesan tidak tersampaikan dengan baik, dan hal ini bisa menimbulkan masalah yang menghambat pekerjaanmu. Nah, pahami lebih lanjut yuk mengenai cara berkomunikasi yang efektif dalam artikel Bagaimanakah Cara Berkomunikasi Yang Efektif? yang akan dipublish besok!

Baca juga: Bagaimana Menjadi “Magnet” Ketika Berkomunikasi

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News