Prosedur Mengantarkan Pelanggan ke Kursinya dan Menunjukkan Menu di Restoran

Prosedur Mengantarkan Pelanggan ke Kursinya dan Menunjukkan Menu di Restoran

AJAR Hospitality

Prosedur Mengantarkan Pelanggan ke Kursinya dan Menunjukkan Menu di Restoran

AJAR.id – Hello Ajarian! Setiap pelanggan tentunya mengharapkan pelayanan yang profesional dan hangat ketika mereka datang ke restoran. Maka dari itu, Kamu harus mempelajari etika kesopanan ketika mengantarkan pelanggan ke kursinya.

Lalu, bagaimana prosedur untuk mengantarkan pelanggan ke kursinya?

Langkah-langkah berikut ini adalah standar untuk menyapa dan mengantarkan pelanggan ke kursinya. Namun, ada beberapa restoran yang menerapkan peraturan yang berbeda.

  1. Sambut dan beri salam pada pelanggan yang baru datang. Contohnya, “Selamat siang. Selamat datang di Restoran Ajar.”
  2. Tanyakan apakah pelanggan sudah melakukan reservasi sebelumnya. Beberapa pelanggan biasanya datang langsung dan belum melakukan reservasi. Jika menerima pelanggan yang belum melakukan reservasi, Kamu pastikan ada meja yang kosong. Sebaliknya, jika pelanggan sudah melakukan reservasi, Kamu periksa kembali jumlahnya untuk menentukan mejanya.
  3. Rapikan topi, mantel, payung, parsel atau hadiah yang dibawa oleh pelanggan, jika diharuskan oleh restoran atau diminta oleh pelanggan.
  4. Antarkan pelanggan menuju meja. Saat Kamu berjalan menuju meja sebaiknya pelan-pelan saja agar pelanggan bisa mengikuti dengan nyaman. Kamu juga bisa mengajak pelanggan mengobrol tentang hal-hal yang ringan.
  5. Sesampainya di meja, tarik salah satu kursi sebagai isyarat bahwa pelanggan bisa bebas memilih kursi. Kamu dampingi pelanggan saat akan duduk, lalu dorong kursinya ke dalam.

Layani pelanggan wanita terlebih dahulu dan suguhi mereka dengan view terbaik dari restoran.

Menunjukkan menu dan daftar minuman

Setelah pelanggan sudah menempati kursi mereka masing-masing, Kamu bisa menunjukkan menu serta daftar minuman. Prosedurnya meliputi:

  1. Sediakan serbet pada pangkuan pelanggan jika dibutuhkan. Kamu ambil serbet yang sudah tersedia lalu bongkar lipatannya, kemudian lipat kembali menjadi bentuk segitiga dan letakkan pada pangkuan pelanggan dengan sudut yang menghadap berlawanan arah dengan pelanggan.

Namun, ada juga pelanggan yang lebih suka menaruh serbet mereka sendiri. Kamu harus memerhatikan gestur tubuh mereka apakah mereka ingin dilayani atau tidak. Kamu bisa bertanya lebih dulu seperti, “Permisi pak.”

  1. Pastikan kebutuhan khusus sudah terpenuhi seperti menyediakan kursi tinggi untuk anak-anak.
  2. Di beberapa hotel, head waiter akan kembali ke meja resepsionis untuk melayani pelanggan lainnya. Maka seorang staf pelayan akan menggantikan head waiter untuk melayani pelanggan yang sudah ada di kursi. Staf pelayan ini akan memperkenalkan diri dan mengobrol dengan pelanggan jika dibutuhkan.
  3. Berikan menu pada sisi kanan pelanggan dan tinggalkan daftar wine jika diperlukan.
  4. Tanyakan pada pelanggan apakah mereka membutuhkan herb, bawang putih, roti polos atau item lainnya yang tersedia pada menu.
  5. Daftar wine biasanya diberikan setelah pelanggan memesan makanannya. Namun, ada pula restoran atau hotel yang memberikan daftar wine bersamaan dengan menu makanan sehingga pelanggan bisa memilih minuman yang sesuai dengan makanan yang dipesan.
  6. Pada nota pesanan, beri jarak antara makanan pembuka dan utama agar teridentifikasi dengan jelas. Pesanan dessert biasanya dilayani setelah makanan utama disajikan dan dibersihkan, kecuali ada peraturan yang berbeda.

Kamu harus mengulangi pesanan pelanggan untuk memastikan bahwa pesanan sudah dicatat dengan benar dan tanyakan pada pelanggan jika ada permintaan yang masih kurang jelas untuk menghindari kesalahan penyajian.

Salam Jempol!

By Bunga Mardiriana

Recommended Posts

AJAR in The News