Peran Penting Supervisor dalam Penerimaan Karyawan Baru di Hotel

Peran Penting Supervisor dalam Penerimaan Karyawan Baru di Hotel

AJAR Hospitality

Peran Penting Supervisor dalam Penerimaan Karyawan Baru di Hotel

AJAR.id - Hello Ajarian! Jika pada artikel sebelumnya Kamu belajar tentang peran Supervisor Sebagai Trainer, pada artikel ini Kamu akan belajar tentang peran Supervisor sebagai "pendamping" dan "pendidik" ketika menerima tim baru. Tentunya hal ini sangat penting untuk diketahui oleh seorang Supervisor.

Pernahkah Kamu menerima karyawan atau anak magang yang baru saja bergabung? Sambutan apa yang Kamu berikan? (Welcome to The Juggle atau Welcome Home)

Process on Boarding adalah proses penerimaan karyawan baru yang akan bergabung ke dalam timmu. Sehingga, tim baru tersebut menjadi lebih cepat beradaptasi dan lebih produktif dalam menjalankan pekerjaannya.

Setiap karyawan pastinya kerja untuk mencari pengalaman yang positif. Nah, process on boarding ini bertujuan untuk memastikan karyawanmu mendapatkan pengalaman yang positif. Hal ini dimulai dari proses mencari kandidat, wawancara, hingga hari pertama mereka masuk.

Keseluruhan pengalaman tersebut disebut sebagai Touch Points yang sangat penting dalam proses penerapan Employer Brand di hotelmu. Touch Points merupakan investasi jangka panjang,. Salah satunya investasi waktu yang Kamu luangkan dalam processon boarding ini.

Sebelum kita lanjut, coba deh kita refleksikan pertanyaan berikut ke dalam diri kita:

 Jika Kamu Supervisor di Engineering, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasang Air Conditioner di kamar?

Rata-rata untuk memasang AC hanya dibutuhkan kurang dari 2 jam dan AC pun bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan (mampu mendinginkan ruangan).

 Lalu, berapa lama waktu yang dibutuhkan jika Kamu akan memasang karyawan? Apakah mereka bisa langsung otomatis dapat bekerja sesuai harapanmu seperti AC yang ketika tombolnya dipencet “ON” lalu bisa berfungsi?

Inilah pentingnya dalam sebuah process on boarding, peranmu sebagai Supervisor sangat vital untuk memastikan bahwa karyawan baru tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya dan dapat bekerja sesuai dengan harapan dengan tingkat produktivitas yang tinggi.

 Ilustrasi mudahnya seperti berikut ini:

Pernahkah Kamu naik pesawat terbang? Masih ingat pertama kali naik pesawat? Bagaimana perasaanmu? Apa yang Kamu pikirkan? Rasanya macam-macam: senang, takut, wes pokoke nano nano lah. Hal tersebut sama persis ketika timmu baru saja bergabung. Emosi mereka naik dan turun sama seperti naik pesawat terbang untuk yang pertama kali.

Terlepas dari karyawanmu tersebut sudah memiliki pengalaman kerja atau belum, mereka memiliki pola pikir dan referensi yang berbeda.

Apakah Kamu mau jika mereka mengatakan “Dulu di hotel saya sebelumnya tidak begini? Kok di sini seperti ini?”

Nah, ini adalah ciri-ciri pertama bahwa mereka menghadapi Cultural Shock (Kaget dengan budaya kerjamu)Jika mereka tidak tahan, mereka berpotensi resign kurang dari tiga bulan. Jika hal tersebut terjadi, Kamu akan rugi besar, karena Return on Recruitment & Training investment belum kembali.

Bukan salah mereka juga sih, bila processon boarding belum berjalan dengan baik. Oleh karena itu, fungsimu sebagai Supervisor sangat vital untuk memastikan karyawanmu siap untuk bekerja sesuai dengan budaya kerja (sistem dan standar yang digunakan) di hotelmu.

Setiap hotel memang sama yang dijual, tapi DNA/rohnya berbeda. Hal ini tergantung pada strategi branding internal mereka masing-masing. Jadi ketika karyawan baru bergabung, maka lakukan hal-hal berikut ini:

  • Berikan sambutan yang hangat dan ucapkan sambutan seperti welcome to our family
  • Kenalkan kepada rekan-rekan di departemenmu dan departemen lain
  • Temani mereka makan siang selayaknya Kamu menerima keluarga baru
  • Buat rencana pelatihan-pelatihan khusus untuk menyambut mereka dengan berkoordinasi dengan HRD dan memastikan mereka mampu bekerja sesuai harapanmu.

Lantas, berapa lama mereka harus dilatih dan berapa banyak daftar topik yang harus diajarkan?

Durasi dan jumlah topik disesuaikan dengan besar atau kecilnya hotelmu. Intinya, sebagai Supervisor, tugasmu adalah mengajarkan semua “daftar tugas” yang akan dilakukan oleh mereka. Sedangkan, topik generik akan disampaikan oleh Human Resources. Itulah makna team work dalam bekerja.

Jika daftar tugas yang akan diajarkan banyak, maka caranya: dicicil saja dalam beberapa bulan. Misalnya, "satu hari satu topik", sembari mereka bekerja dengan pengawasanmu. Ingat ya!Training-nya sambil kerja, tidak perlu buka kelas, kecuali yang bagian Human Resources.

Jadi, mereka tidak langsung dilepas untuk memasang AC, tapi didampingi terlebih dahulu, diberikan arahan dan bimbingan, atau dibetulkan jika hasil kerjanya masih dianggap kurang sesuai. Jika semua daftar tugas sudah diajarkan dan materi-materi pelatihan dari Human Resources juga sudah diberikan, maka langkah selanjutnya adalah Kamu harus memberikan masukan-masukan.

Jika sudah banyak perubahan, maka sampaikan perubahan positif apa yang sudah ada, jika belum maka sampaikan juga detailnya. “Itulah seni dalam mendidik yang sangat berwarna dan penuh dengan pengorbanan waktuTidak seperti mi instan yang hanya warna kuning, yang enak ya mi rebus pakai telor yang dimakan pas hujan-hujan hahahahaha.”

Jika semua karyawan pintar dan mampu menuntaskan pekerjaannya dengan kualitas jempolan, maka peranmu sebagai pendidik telah berhasil dan pekerjaanmu pun akan jauh lebih mudah, sehingga Kamu tidak disemprot oleh Manager-mu, karena Kamu telah melakukan pekerjaanmu dengan baik.

Parametermu sukses dalam memimpin adalah ketika Kamu mampu menghantarkan mereka ke jenjang karier yang lebih tinggi dan mengubah kehidupan mereka menjadi lebih baik. Karena, seorang pemimpin yang betul-betul mampu memimpin adalah mereka yang mampu menelorkan pemimpin-pemimpin lainnya.

Kamu harusnya bangga dan tidak takut jika suatu saat nanti mereka mendahuluimu dalam berkarier. Dengan demikian, Kamu telah menebarkan benih-benih kebaikan yang akan terus diingat oleh timmu. Niscaya, kariermu pun akan naik seiring doa-doa yang mereka panjatkan untukmu. Baca juga Perbedaan Training dan Briefing agar kinerja timmu makin efektif dan efisien.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News