Pentingnya Fungsi Talent Acquisition di Hotel

Pentingnya Fungsi Talent Acquisition di Hotel

AJAR Hospitality

Pentingnya Fungsi Talent Acquisition di Hotel

AJAR.id – Hello Ajarian! Pernahkan Kamu melihat atau mendengar seseorang yang menyandang posisi Talent Acquisition Manager? Ataukah Kamu pernah mendengar posisi Recruitment Manager? Lantas, apa perbedaan dan persamaan antara keduanya? Walaupun pekerjaannya sama-sama merekrut karyawan, lalu kenapa penamaan title-nya berbeda?

Kita mengenal bahwa tugas seorang recruiter yaitu memenuhi kebutuhan sumber daya manusia hotel sesuai dengan kualitas, kuantitas, dan waktu yang tepat. Semboyan yang paling sering kita dengar yaitu seperti "Hiring the right people in the right place at the right time". Para recruiter kerjanya lumayan melelahkan, namun menyenangkan bagi mereka yang suka tantangan, bertemu dengan orang lain dengan berbagai karakter dan menjalin hubungan baik dengan orang banyak.

Ketika ingin melakukan tugasnya, maka mereka akan mulai membuat iklan lowongan, lalu menyebarkan iklan tersebut ke dalam berbagai macam saluran, misalnya social mediajob board, koran, dan lain-lain.

Setelah mendapatkan kandidat dari berbagai channel digital atau offline maka recruiter akan mulai menyaring lamaran yang masuk sesuai spesifikasi lowongan yang telah ditentukan. Selanjutnya, memberikan assessment, memproses interview dan ikut serta dalam membuat keputusan dalam menentukan kandidat yang tepat untuk mengisi posisi yang dicari. Boleh dibilang, tugasnya umumnya seperti itu. Lalu, apa bedanya dengan Talent Acquisition?

Salah satu fungsi dari Talent Acquisition adalah merekrut juga, namun cakupan pekerjaannya jauh lebih luas dari pada hanya mencari dan menempatkan orang yang tepat. Berikut adalah gambaran dari beberapa cakupan fungsi dari Talent Acquisition di hotel:

  1. Employer Brand
    Pertama: Pernahkah Kamu melihat atau menggunakan poster-poster lowongan kerja ala corporate? Ya, template poster itu adalah salah satu bagian dari fungsi employer branding untuk proses penetrasi dalam mencari kandidat.
    Kedua: Pernahkah Kamu melihat backdrop yang menarik ketika Kamu mengikuti job fair? itu merupakan salah satu bagian dari branding. semua itu hanya tampilan luar dari sebuah branding karena brand its all about creating experienceEmployer brand merupakan sebuah proses untuk menciptakan sebuah pengalaman yang unik bagi siapa pun yang berhubungan dengan hotelmu.
    Pengalaman tersebut dimulai dari pencarian kandidat, interaksi dengan kandidat saat wawancara, memberitahukan hasil wawancara, hingga proses pengembangan karier karyawan. Jadi, yang poster-poster itu hanya salah satu unsur saja dari sekian banyak proses yang dilalui oleh kandidat, baik sebelum, pada saat hingga setelah menjadi alumni dari hotelmu.
  2. Content Nurturing
    Dalam proses akuisisi kandidat, tugas seorang Talent Acquisition adalah untuk menciptakan image positif bagi brand-nya. Salah satu caranya adalah mengemas info-info menarik mengenai aktivitas karyawan di hotelnya. Contohnya: bekerja sama dengan PR untuk membuat artikel atau konten video mengenai aktivitas sosial karyawan, pelatihan, pengembangan karier karyawan dan lain-lain. Dengan konten tersebut, maka kandidat akan belajar mengenai budaya kerja pada hotelmu.
    Jadi, ada atau tidaknya posisi kosong di hotelmu, maka seorang Talent Acquisition akan terus melakukan upaya penetrasi untuk menarik minat kandidat untuk ingin bekerja pada hotelmu. Alhasil, ketika membuka iklan lowongan, maka Kamu pun sudah memiliki calon potensial yang sudah melirik hotelmu. Penyebaran konten dapat dilakukan di beberapa channel, misalnya social mediawebsite seperti di AJAR.id tanpa biaya apa pun.
  3. Community Development
    Ini penting sekali karena kekuatan sebuah merek akan semakin terasa bila memiliki basis komunitas yang kuat. Dalam konsep ini, maka yang bisa dilakukan adalah mengembangkan komunitas internal dan eksternal.
    Pertama komunitas internal, contohnya Kamu bisa membuat program yang berhubungan dengan komunitas departemental trainer, komunitas aktivitas sosial, dan lain sebagainya. Pentingnya membangun dan mengembangkan program bagi komunitas ini berfungsi untuk menciptakan pengalaman positif dan memupuk brand loyalty ketika mereka bekerja di hotelmu, jadi ketika suatu saat mereka keluar, maka mereka ingin kembali lagi bekerja di hotelmu. Jadi, tugas kita dalam mencari kandidat menjadi lebih mudah dan murah.
    Kedua komunitas eksternal, contohnya Kamu bisa membuat program rutin dengan sekolah-sekolah perhotelan, melakukan school visit, dan lain-lain. Kembangkan komunitas anak-anak trainee sebagai bibit kandidat masa depan dan ciptakan pengalaman positif selama mereka magang di hotelmu.
    Ketiga, kembangkan dan ikuti komunitas profesi yang banyak tersedia, berikan sponsor dan ikut serta dalam program-program mereka, ini penting untuk proses penetrasi merek dari brand-mu. Sehingga, mereka akan melihat eksistensimu. Jika suatu saat Kamu membuka posisi, Kamu bisa bertukar info lowongan yang pada akhirnya akan mempermudahmu dalam mencari kandidat.
  4. Pengembangan Karier Karyawan
    Mencari karyawan baru jauh lebih mahal ongkosnya dibandingkan mengembangkan karyawan yang sudah ada. Jadi, salah satu fungsi dari Talent Acquisation adalah mempertahankan, mengidentifikasi, dan mengembangkan karier karyawan ke tingkatan karier yang lebih tinggi.
    Misalnya, membuat program best employee atau membuat berbagai macam program reward untuk mempertahankan karyawan atau membuat program pengembangan karier, misalnya from employee to SupervisorSupervisor to ManagerManager to GM,GM to corporate, dan seterusnya. Sehingga, karyawan akan fokus menggapai mimpinya dan bertahan di hotelmu.

Sahabat Ajarian, itulah hal-hal pembeda dan persamaan antara fungsi recruitment dan Talent Acquisition. Fungsi recruitment lebih bersifat administratif dan normatif, sedangkan Talent Acquisation lebih bersifat strategis.

Hotel-hotel yang menerapkan posisi jabatan Talent Acquisation dalam standar title mereka memang kebanyakan berorientasi kepada long term strategy dalam merumuskan berbagai macam aktivitas branding di hotelnya. Hal ini dikembalikan kepada strategi masing-masing hotel karena pada intinya "Title dibuat sebagai fungsi" bukan untuk gaya-gayaan atau ikut-ikutan saja.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin

Recommended Posts

AJAR in The News