Menggunakan Prinsip 7C dalam Membuat Dokumen Bisnis

Menggunakan Prinsip 7C dalam Membuat Dokumen Bisnis

AJAR Hospitality

Menggunakan Prinsip 7C dalam Membuat Dokumen Bisnis

AJAR.id – Halo Ajarian! Semua dokumen bisnis yang berterima dibuat merupakan hasil dari proses perencanaan, penulisan, dan pengeditan yang baik, dan semua proses itu merupakan satu kesatuan. Lalu adakah strategi yang baik untuk diterapkan ke dalam proses itu?

Setiap dokumen bisnis memiliki standarisasi format yang berbeda-beda, seperti tata letak surat dan gaya penulisan dokumen. Secara umum kita dapat mengenalnya dengan istilah templat.

Ketika Kamu akan menggunakan templat yang disepakati oleh industrimu dalam membuat dokumen bisnis, Kamu sebaiknya menerapkan prinsip 7C sebagai strategi penulisanmu.

Berikut ini merupakan penjabaran dari prinsip 7C yang dapat Kamu pelajari:

  1. Clear – bahwa kejelasan tulisanmu akan berpengaruh pada pemahaman pembaca. Pastikan pihak penerima surat akan dengan mudah memahami maksud dari tulisanmu hanya dengan satu kali membaca.
  2. Concise – tulisan yang bertele-tele hanya akan membuat si pembaca gusar, dan bahkan kehilangan arah. Maka dari itu, Kamu harus memadatkan tulisanmu dengan menggunakan penjelasan yang singkat dan jelas.
  3. Complete – selain dari sisi kejelasan dan kepadatan tulisan, pastikan bahwa semua informasi penting sudah tersematkan dengan rapi di dalam suratmu. Kamu harus memilah mana informasi penting dan mana yang tidak perlu diimbuhkan.
  4. Correct – pastikan bahwa semua informasi yang Kamu sampaikan kepada pembaca benar adanya: sesuai dengan kenyataan dan tanpa terjadi penyelewengan makna untuk suatu tujuan tertentu.
  5. Courteous – tata krama tidak hanya berlaku dalam komunikasi verbal saja. Akan tetapi, suatu bentuk komunikasi tertulis—korespondensi—yang baik pun akan mengandung aspek-aspek etika seperti kesopanan dan keramahan kepada pembaca.
  6. Clean – kebersihan dokumen fisik akan memberikan kesan profesionalitas dari instansimu. Jangan sampai Kamu mengirimkan surat yang memiliki cacat fisik seperti kotor, sobek, atau terkena ceceran tinta, selain dari faktor-faktor kerapian surat.
  7. Checked – bila kebersihan fisik dokumen berpengaruh terhadap kesan profesionalitas, kebersihan tulisan pun tidak kalah penting. Sebisa mungkin Kamu harus meminimalisir kesalahan tata bahasa, pengejaan, format, dan yang lainnya.

Jika Kamu sudah menerapkan ketujuh prinsip penulisan di atas, tidak menutup kemungkinan bahwa Kamu akan cepat menguasai teknik penulisan dokumen bisnis yang baik.

Dengan kata lain, kesempatanmu untuk menjadi seorang ahli dalam hal tulis-menulis akan semakin cepat Kamu gapai. Intinya adalah bahwa Kamu harus tetap meningkatkan jam terbang menulismu. Tanpa usaha dan ketekunan mustahil Kamu akan menjadi seorang ahli.

Baca juga: Bagaimana Cara Menyampaikan Kabar Buruk dengan Benar?

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News