Cara Re-heating Makanan dengan Benar

Cara Re-heating Makanan dengan Benar

AJAR Hospitality

Cara Re-heating Makanan dengan Benar

AJAR.id – Hello Ajarian! Re-heating atau proses menghangatkan kembali makanan yang telah dimasak merupakan hal yang wajar dilakukan di restoran. Re-heating biasanya dilakukan karena ada makanan yang tersisa atau masakan yang sengaja dibekukan.

Proses re-heating harus dilakukan dengan benar karena kekeliruan saat menghangatkan bisa mengakibatkan food poisoning.

Lalu seperti apa re-heating makanan dengan benar?

  1. Re-heating hanya boleh dilakukan satu kali, bila makanan yang sudah dihangatkan tersebut tetap tidak dikonsumsi, berarti harus dibuang.
  2. Disarankan untuk melakukan re-heating dalam jumlah kecil untuk mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan makanan dalam Temperature Danger Zone (5oC – 60oC). Hal ini juga akan mempertahankan kualitas makanan.
  3. Jangan gunakan chafing dish untuk re-heating karena fungsinya hanya sebagai wadah makanan bukan alat penghangat.
  4. Makanan harus dilindungi dari segala sumber kontaminasi saat sedang dihangatkan.
  5. Chafing dish harus berada dalam suhu minimal 60oC, yaitu di atas Temperatur Danger Zone.
  6. Makanan lebih baik baru dihangatkan sesaat sebelum disajikan, daripada menghangatkannya dalam jumlah besar lalu dibiarkan begitu saja.
  7. Aduk makanan dalam chafing dish secara berkala agar tidak menggumpal dan panasnya merata.
  8. Hidangan yang dikeluarkan dari kulkas harus segera dipanaskan dalam suhu 70 oC selama dua menit kemudian dibiarkan pada suhu 60 oC secara stabil.
  9. Temperatur makanan harus dicek lewat temperature monitoring probe agar akurat, jangan hanya dikira-kira saja ya!

Sahabat Ajarian, itulah langkah-langkah re-heating makanan yang benar. Hindari menghangatkan makanan berkali-kali karena akan menurunkan kualitas serta gizi yang terkandung di dalamnya.

Baca juga: Tips Menjaga Higienitas pada Food Display

Salam Jempol!

By Inas Nadiya

Recommended Posts

AJAR in The News