Cara Melakukan Stock Opname Bahan-Bahan di Food & Beverage

Cara Melakukan Stock Opname Bahan-Bahan di Food & Beverage

Editor Ajar

Cara Melakukan Stock Opname Bahan-Bahan di Food & Beverage

AJAR.id – Hello Ajarian! Setiap akhir bulan di departemen accounting akan melakukan tutup buku atau yang dikenal dengan istilah closing. Salah satu aktivitas tutup buku adalah stock opnameStock opname adalah pemeriksaan dan penghitungan fisik persediaan barang dagang untuk dicocokkan dengan catatan perusahaanUntuk barang-barang yang berupa satuan mungkin bisa dihitung seperti guest supplies (barang yang digunakan untuk tamu).

Begitu pula untuk stock opname bahan-bahan di food & baverage, hal ini sangat penting, karena hasil dari laporan stock opname ini bisa mempengaruhi laporan keuangan maupun neraca keuangan hotel. Oleh karena itu, dibutuhkan pengendalian agar tidak terjadi over stock (kelebihan dan penimbunan barang secara berlebihan) sehingga dapat mengurangi persentase bahan yang tidak dapat digunakan yang bisa merugikan keuangan hotel.

Lalu bagaimana sih caranya melakukan stock opname bahan-bahan di Food & Baverage?

Secara umum langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Pisahkan sayur dan buah yang masih segar dan utuh dengan sayur dan buah yang sudah layu dan sudah tidak bisa digunakan.
  2. Timbanglah sayur dan buah yang masih segar dan utuh tersebut. Setelah ditimbang catat di dalam laporan fisik persediaan.
  3. Selain menimbang sayur sayur dan buah yang masih segar, sayur dan buah yang sudah layu dan yang tidak digunakan juga harus Kamu timbang. Kemudian catat hasil timbangan tersebut ke dalam laporan tersendiri. Fungsinya adalah agar seorang cost control dan dept head dari departemen F&B dapat mengetahui berapa prosentase barang yang tidak bisa dipakai sehingga ke depan bisa mengontrol stok untuk barang-barang tersebut agar tidak terjadi over stock.
  4. Setelah jumlah fisik masuk ke dalam laporan fisik persediaan, Kamu harus mengalikan dengan harga beli barang tersebut sehingga menjadi saldo persediaan dalam bentuk rupiah.
    Lalu bagaimana caranya kalau seandainya terdapat 2 atau lebih harga beli barang tersebut? misal harga 1 kg wortel di supplier A ketika beli tanggal 1 januari: Rp 11.100, harga 1 kg wortel di supplier B ketika beli tanggal 2 januari : Rp 10.000? harga mana yang dipakai?
    Jawabannya adalah tergantung metode penghitungan persediaan mana yang disetujui oleh pihak manajemen? kalau yang disetujui adalah metode penghitungan persediaan secara FIFO (First in First Out) maka yang dipakai adalah harga beli pada tanggal 1 Januari yakni Rp 11.100. Kalau yang disetujui adalah metode penghitungan persediaan secara rata-rata maka dicari harga rata-ratanya.

Adapun untuk barang frozen food seperti meat, seafood, dll, berikut ini tahapannya:

  1. Identifikasi bahan tersebut agar tidak terjadi salah pencatatan ketika akan membuat saldo persediaan dalam bentuk rupiah.
  2. Departemen accounting bisa mencari karyawan dari departemen F&B untuk membantu di dalam melakukan identifikasi agar tidak terjadi kesalahan di dalam pengidentifikasian bahan frozen food. Tetapi biasanya, barang-barang yang termasuk frozen food ini sudah diberi label oleh staf dari departemen F&B
  3. Timbanglah barang yang sudah diidentifikasi tersebut. Kemudian catat hasil penghitungan fisik tersebut ke dalam laporan fisik persediaan.
  4. Setelah jumlah fisik masuk ke dalam laporan fisik persediaan, kemudian dikalikan dengan harga beli barang tersebut maka akan menjadi saldo persediaan dalam bentuk rupiah.

Lalu bagaimana caranya kalau seandainya terdapa 2 atau lebih harga beli barang tersebut? misal harga 1 kg Tenderloin di supplier A ketika beli tanggal 1 januari: Rp 112.000,harga 1 kg Tenderloin di supplier B ketika beli tanggal 2 januari : Rp 120.000? harga mana yang dipakai?

Jawabannya adalah tergantung metode penghitungan persediaan mana yang disetujui oleh pihak manajemen? kalau yang disetujui adalah metode penghitungan persediaan secara FIFO(First in First Out) maka yang dipakai adalah harga beli pada tanggal 1 januari yakni Rp 112.000. Kalau yang disetujui adalah metode penghitungan persediaan secara rata-rata maka dicari harga rata-ratanya.

Mengingat barang dan bahan yang berada di departemen F&B sangat banyak, sebaiknya Dept. Head accounting atau Manajer Akunting membagi kelompok dan tugas stafnya untuk melakukan stock opname, tujuannya agar stock opname bisa selesai tepat waktu.

Perlakuan terhadap laporan fisik barang-barang yang rusak atau kadaluwarsa sebetulnya ada berbagai macam, tergantung kebijakan hotel masing-masing di antaranya:

  • Dianggap sebagai bagian dari laporan kerugian
  • Dianggap sebagai pengurang dari saldo total persediaan (jika stock opname tidak dipisahkan antara bahan yang masih bagus dan layak dengan bahan yang sudah tidak layak pakai)
  • Dianggap sebagai catatan di dalam laporan keuangan agar menjadi perhatian manajer untuk menentukan kebijakan dalam hal memanajemeni persediaan.

Nah, Sahabat Ajarian, sekarang Kamu sudah tahu kan cara melakukan stock opname untuk bahan-bahan di F&B. Karena stock opname ini bisa mempengaruhi laporan keuangan maupun neraca keuangan hotel, Kamu harus melakukannya dengan tepat waktu dan teliti ya!

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama

Related Article

AJAR in The News