9 Hal Penting Saat Menghadapi Perampokan

9 Hal Penting Saat Menghadapi Perampokan

AJAR Hospitality

9 Hal Penting Saat Menghadapi Perampokan

AJAR.id – Halo Ajarian! Dalam proses pengiriman barang berharga milik klien tentu terdapat aturan baku atau prosedur yang harus Kamu patuhi. Terlebih dalam hal menghadapi serangan atau ancaman yang muncul dalam proses pengiriman tersebut.

Pada dasarnya seorang kurir tidak berkewajiban untuk melakukan tindakan perlawanan ketika terjadi ancaman atau penyerangan selama proses pengiriman barang berlangsung. Hal ini pun sudah menjadi kebijakan publik yang ditetapkan di hampir semua industri perhotelan.

Tindakan tanggapan hanya diberikan kepada pihak keamanan (security) atau dari pihak kepolisian bilamana pihak-pihak tersebut pun dilibatkan selama menjalankan proses pengiriman barang berharga.

Oleh karena itu, kebijakan umum yang diberlakukan oleh pihak industri ketika terjadi suatu tindakan kekerasan atau ancaman terhadap barang berharga yang sedang dibawa lebih menganjurkanmu untuk:

  1. Membiarkan penyerang (pelaku kriminal) mengambil barang berharga yang diincar bilamana tidak terdapat pihak keamanan yang melakukan pengawalan;
  2. Tidak melakukan tindakan perlawanan terlebih dalam hal kontak fisik terhadap pelaku penyerangan;
  3. Tidak mengulur-ulur waktu yang dapat mengakibatkan kerugian dari pihak pembawa (carrier) barang berharga;
  4. Menghindari kontak mata dengan pelaku penyerangan sehingga tidak terjadi reaksi yang malah akan semakin memperparah keadaan;
  5. Tidak melakukan komunikasi dengan pihak penyerang secara sengaja apalagi bila tidak diperlukan;
  6. Menuruti semua kehendak yang diminta oleh pihak penyerang;
  7. Lebih mengutamakan keselamatan manusia daripada barang yang sedang dibawa;
  8. Tidak berusaha untuk menjadi sosok pahlawan;
  9. Mengat dengan seksama segala peristiwa atau kejadian penyerangan yang berlangsung, baik dari gejala kemunculan hingga kepergian pelaku penyerangan.

Kesembilan hal di atas dimaksudkan untuk mencegah terjadinya segala kemungkinan buruk (entah luka fisik atau bahkan kematian) oleh pihak pengantar barang. Dasar dari kebijakan ini berlandaskan pada pengutamaan keselamatan nyawa manusia daripada benda mati.

Baca juga: Prinsip Dasar Pelaksanaan Pengiriman Barang Berharga di Industri Perhotelan

Salam Jempol!

By Patricius Adipratama

Recommended Posts

AJAR in The News