AJAR.id – Hello Ajarian! Pernahkah Kamu ditanya “Punya LinkedIn?”

Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang saya selalu berikan kepada para Human Resources Managers atau Directors pada saat training pengenalan Human Resources Management dan Human Resources Marketing.

Menariknya, para peserta training semuanya menjawab “punya”. Begitu ditanya dengan pertanyaan berikutnya “berapa koneksinya?” Mereka tersenyum dan menjawab “50, 100, atau 200”.

Menurut pendapat saya, hal ini sangat disayangkan, jika media sosial seperti LinkedIn tidak dipakai secara maksimal. Padahal, LinkedIn bisa diakses dengan mudah oleh banyak profesional dari berbagai bidang yang mungkin menjadi kandidat pegawai perusahaanmu di masa yang akan datang.

Mengapa LinkedIn yang saya bicarakan? Berdasarkan dari data statistik pengguna LinkedIn di seluruh dunia pada tahun 2014, yakni sebesar 332 juta, LinkedIn satu-satunya platform profesional yang paling populer saat ini.

Di posisi saya dulu sebagai Regional Director of Human Resources Accor Malaysia, Indonesia, Singapore, saya harus merekrut banyak sekali posisi senior. Dengan adanya LinkedIn, saya sangat terbantu, karena saya bisa mendapatkan banyak sekali profil yang sesuai dengan lowongan yang ada. Selain untuk rekruitment, LinkedIn juga sangat membantu untuk memperluas network.

Apalagi jika usia pegawai di perusahaanmu sebagian besar di usia 30-an dan 20-an, mereka sangat aktif di media sosial dan lebih banyak membaca update media sosial dari handphone mereka dibandingkan dengan membaca koran. Sehingga lowongan pekerjaan yang Kamu posting di media sosial yang tepat hasilnya biasanya lebih banyak dibandingkan dengan di koran. Ini berdasarkan kasus di industri perhotelan di Indonesia.

Sebelum LinkedIn populer, saya sudah mengatakan betapa perlunya para Manajer senior untuk memiliki akun LinkedIn. Karena yang perlu membangun jaringan bukan hanya para Recruiters, tetapi function head juga perlu membuat jaringan dengan para kandidat atau profesional di bidangnya. Berdasarkan pengalaman saya, kandidat akan lebih nyaman untuk melamar jika mereka tahu secara pribadi calon manajernya. LinkedIn membantumu membangun kedekatan itu.

Oleh sebab itu, jika para praktisi Human Resources di industri perhotelan di Indonesia saat ini belum mengelola akun LinkedIn-nya dengan baik, apalagi jika setiap tahunnya ada lebih dari 50 hotel baru di buka di Indonesia, perang untuk mencari pegawai akan semakin keras.

Sahabat Ajarian, sekarang sudah waktunya Kamu memiliki LinkedIn dan mengelolanya dengan baik.

Salam Jempol!

By Ade Noerwenda