AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang Kamu ketahui dalam menjalani karier di dunia perhotelan, terdapat dua karakter yang dapat mendorong ke tingkat keberhasilan atau keterpurukan. Kedua karakter tersebut adalah “Mental Driver” dan “Mental Penumpang”.

Lantas apa bedanya?

Pernahkah Kamu mengendarai sebuah kendaraan? Atau pernahkah Kamu menumpang sebuah kendaraan? Lantas, apa perbedaan antara sang pengemudi dan penumpang?

Ketika Kamu mengendarai sebuah kendaraan maka Kamu dipaksa untuk berpikir. Berpikir untuk mencari jalan alternatif ketika Kamu menghadapi keadaan jalan yang macet, lalu memacu kendaraan sesuai dengan kondisi jalan yang Kamu lalui. Jika Kamu seorang penumpang, Kamu hanya duduk nyaman, bersantai, dan pada akhirnya Kamu pun tiba di tempat tujuan.

Namun tidak demikian bagi sang driver yang harus letih, pegal, dan lelah berkonsentrasi untuk berpikir dan memacu kendaraannya dengan tingkat kesabaran yang tinggi atas proses yang sedang dilalui. Sang sopir tahu persis ke mana dia akan pergi dan harus lewat mana. Sedangkan sang penumpang hanya mengikuti sang sopir ke mana kendaraan akan dipacu.

Bila kita terapkan dalam dunia kerja, maka berikut adalah hal yang dapat dipetik pelajarannya.

Menjadi seorang driver berarti Kamu menuntut dirimu untuk terus “berpikir” dan “bertindak” dalam mencapai tujuanmu. Sebuah cita-cita dalam berkarier dapat diwujudkan bila Kamu sungguh-sungguh dalam mencapainya, yaitu dengan bekerja cerdas dan kerja keras. Kamu harus mencari alternatif, bertindak, dan mengakselerasikan kecepatan kariermu selaras dengan kompetensi dan peluang yang dimiliki. Selalu mengasah kaliber, berpikir positif atas kesulitan yang dihadapi dan menuntaskan setiap jengkal tugas yang diterima.

Sedangkan “Mental Penumpang” adalah mereka yang suka dengan segala kenyamanan diri, tidak perlu repot berpikir dan bekerja keras yang pada akhirnya memasrahkan atau menggantungkan tujuan hidupnya kepada orang lain. Selain itu, selalu minta orang lain mengingatkan tugas-tugasnya.

Bila kita melihat kasus di atas, maka si Mental driver selalu ingin berada di depan untuk menjadi yang terbaik dengan membawa manfaat bagi para penumpangnya, sedangkan seorang penumpang selalu berada di belakang dengan segala kenyamanannya. 

Kesimpulan dari konsep ini adalah bahwa jika ingin sukses, haruslah diimbangi antara kemauan untuk berpikir dan bertindak. Berpikir dan bertindak adalah 2 kunci menjadi hotelier jempolan karena kerja cerdas saja masih belum cukup, Kamu harus mengimbanginya dengan kerja keras.

Kerja keras bukan berarti kerja 1 X 24 jam, namun kerja keras untuk berkarya, melihat masalah sebagai peluang dan berkolaborasi dengan sesama untuk menuntaskan setiap jengkal tugas yang dimilikinya.

Menjadi seorang driver tidak harus memiliki nilai indeks prestasi tinggi di bangku kuliah, namun hal ini juga dapat dibentuk oleh alam dan lingkungan, yaitu dengan beradaptasi dengan mereka, menghormati mereka, dan belajar untuk kesuksesan dirimu.

Jadi, Kamu mau pilih yang mana? Menjadi driver atau penumpang?

Salam Jempol!

By Ikin Solikin