AJAR.id – Hello Ajarian! Pernahkah Kamu melamar kerja, lalu tidak ada respons dari hotel? Atau bahkan pernahkah Kamu sudah mengikuti sesi wawancara berlapis, namun berakhir tanpa kabar?

Dalam artikel ini akan kita kupas betapa pentingnya menjalin hubungan antara kandidat dan hotel dalam urusan lowongan dan melamar pekerjaan di hotel.

Bila merujuk pada Fundamental Human Resource Management, maka fungsi HR adalah untuk mencari, mengelola, mempertahankan, dan mengembangkan karyawan. Nah, dalam artikel ini kita hanya akan fokus pada poin pertama, yaitu: mencari kandidat yang tepat pada saat yang tepat untuk posisi yang tepat.

Dari waktu ke waktu, fungsi Human Resource semakin kompleks. Contohnya: jika dulu titel seseorang yang melakukan recruitment adalah Recruitment Manager, maka keilmuan dan praktek bisnis bergerak cepat dan sudah mulai bergeser ke fungsi yang lebih luas, misalnya titelnya berubah menjadi Talent Acquisation dengan rentetan pekerjaan yang sama dengan Recruitment Manager tapi dengan pendekatan yang berbeda.

Nah, merujuk pada fungsinya dan berbagai macam kasus yang bisa kita lihat di lapangan yang dikumpulkan dari berbagai macam sumber, baik dari celotehan kandidat dan employer yang terekam dalam online tracking maupun dari dunia offline, maka penulis menyimpulkan pentingnya menjaga hubungan antara hotel dan kandidat patut untuk dikelola dengan baik karena hal ini terkait dengan Brandmu untuk menciptakan interaksi dan pengalaman positif bagi para penerimanya, termasuk karyawan.

Konsep ini disebut sebagai “Candidate Relationship Management” yang sangat berguna untuk meningkatkan daya saing dari “Employer Brand” yang sudah terbangun. Hal ini penting untuk memenangkan persaingan dalam mencari kandidat unggul dalam situasi persaingan yang kian ketat.

Berikut adalah contoh-contoh kasus nyata dan apa yang harus dilakukan baik oleh kandidat maupun hotel dalam proses recruitment.

Kasus Pertama: 

Kandidat: Kenapa lamaran saya dicuekin, tidak ada respons dari hotel ya?

Solusi untuk kandidat: Pelajari dulu posisi yang akan dilamar, baca dengan seksama apa saja persyaratannya. Bila Kamu sudah yakin Kamu sesuai dengan requirements ya barulah melamar kerja. Pastikan Kamu menulis surat yang menunjukkan bahwa Kamu tertarik pada posisi yang ditawarkan, sertakan CV yang menarik dan enak dilihat dan tempelkan foto yang tersenyum lebar. Foto formal yah, bukan lagi pakai kaos oblong. Jual image pribadimu dengan menampilkan keahlian, pengalaman, dan pencapaian kinerja yang pernah Kamu lakukan.

Perlu diketahui bahwa yang melamar itu banyak dan bukan hanya Kamu. Maka buatlah perbedaan yang menonjol pada surat dan CV-mu. Cantumkan posisi yang Kamu lamar pada judul email supaya mudah ditemukan oleh HR. Jika Kamu hanya mengirim CV tanpa surat lamaran atau judul yang kurang jelas, sudah dipastikan lamaranmu tidak terbaca atau bahkan langsung di Auto Delete tanpa dilihat. Sayang kan? Hanya buang-buang waktumu dan orang lain?

Solusi untuk hotel: Buat alamat email khusus untuk menerima posisi yang ditawarkan, lalu set up auto reply dengan mengucapkan terima kasih dan seterusnya. Untuk set up email-nya, kalau belum tahu caranya, minta diajarin IT hotel aja, mudah kan?

Perlu dicatat bahwa mereka telah meluangkan waktu untuk mengisi formulir, browsing tentang hotel atau lowonganmu, maka untuk menjaga employer branding-mu, email balasan sangat penting sebagai “Touch Points” pertama. Kesan pertama begitu menggoda bukan? Kamu memang bekerja ekstra, tapi itu untuk kemudahanmu mencari kandidat di kemudian hari. Perlu diketahui bahwa membangun image adalah long term investment, di mana di dalamnya adalah investasi waktu.

Kasus Kedua

Sudah senang sekali di wawancara oleh HRD dan User yang baik-baik banget, kayaknya suasana kerjanya enak sekali. Kepingin banget bisa diterima dan kelihatannya pasti diterima. Tapi sayang, tidak ada keputusan yang dikasih tahu. Image: PHP (Pemberi harapan Palsu)

Solusi untuk kandidat: Positive thinking, HR atau User termasuk kategori tim Management, mereka orang-orang yang super sibuk. Caranya, saat interview minta kartu nama mereka dan pro aktif untuk bertanya tentang hasil wawancara.

Solusi untuk hotel: Bila Kamu mengatakan kepada kandidat: “Jika seminggu tidak ada jawaban, maka masih belum cocok yah“. Hal ini masih terbilang baik, karena ada pemberitahuan sebelumnya. Tapi jika dikaitkan dengan branding concept ya jelas lebih baik bila ada hubungan lanjutan secara formal supaya ada “Brand Contact“. Karena hubungannya antara kandidat dan hotel, bukan dengan mantan teman kerja.

Kirimkanlah sepucuk surat yang berisi format “Penerimaan” atau “Penolakan” dengan standar yang ada, kalau belum ada standar ya buat saja, gampang kok.

Mungkin bagimu surat tersebut tidak ada artinya, tapi bagi kandidat sangat berharga. Karena, bisa saja mereka akan menyimpan surat tersebut untuk kenang-kenangan dalam proses pembelajaran. Atau mereka mengharapkan kepastian secara formal.

Kasus Ketiga:

Alhamdulillahhhh senang sekali sudah diterima kerja di hotel impian, tapi kok ndak dikasih kontrak kerja ya?

Solusi Bagi Kandidat: Minta, Minta, dan Minta. Jangan sampai Kamu menjadi pekerja ilegal tanpa status. Hal ini berpotensi membahayakan dirimu di kemudian hari.

Solusi Untuk Hotel: Kontrak kerja itu wajib hukumnya diberikan oleh pemberi kerja kepada penerima pekerjaan. Jadi, alangkah lebih baik bila kita mampu menyiapkan kontrak kerja jauh hari sebelum proses on boarding. Set up reminder di kalender smartphone-mu dan jika perlu Gunakan on Boarding Management System yang terintegrasi dengan Human Resource Information System. Kalau ndak ada sistem, ya ndak masalah juga selama Kamu bisa mengingat, membuat draft kontrak kerja dan memberikannya pada waktu yang tepat.

Bayangkan betapa sulit dan repotnya ketika Kamu mencari, menyortir, dan mewawancara mereka, masak setelah mereka masuk Kamu campakkan begitu saja. Sayang jerih payah dan upaya yang sudah Kamu lakukan bukan? And Remmember…. the people talk! Mungkin bukan ke Kamu, tapi ke calon kandidat potensial lainnya yang berpotensi menyusahkanmu untuk mencari kandidat di kemudian hari.

Untuk menjalankan proses employer branding, terdapat dua hal yang semestinya diingat oleh para brand ambassador, yaitu Brand Breaker (si perusak brand) dan Brand Builder (si pembangun brand).

Jadi menjalin hubungan baik antara kandidat dan hotel itu sangat penting sekali yang berguna untuk: menjaga konsistensi merek dari perspective employer brand, membangun image-mu sebagai perwakilan manajemen, serta memenuhi unsur legalitas dalam proses penerimaan karyawan baru dan menghindari perselisihan di kemudian hari.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin