AJAR.id Hello Ajarian! Sebagai hotelier, pernahkah Kamu mendapatkan perintah atau pernahkah Kamu ditegur atasanmu melalui aplikasi WhatApp?

Seperti kita ketahui teknologi memang mengubah cara-cara lama yang konvensional dengan cara-cara baru dalam berbagai hal, salah satunya adalah “berinteraksi” tanpa mengenal jarak dan waktu.

Pada dasarnya interaksi digital akan membawa dua dampak, baik positif maupun negatif. Sebagai pemimpin, kedua dampak tersebut tentunya harus kita pahami sebelum berinteraksi secara digital.

Lalu, apa saja dampaknya dan bagaimana caranya agar kepemimpinan kita efektif.

Merujuk pada definisi dari beberapa literatur, maka kepemimpinan adalah keahlian kita dalam mempengaruhi orang lain ke arah tujuan yang kita kehendaki. Kepemimpinan tidak ubahnya terlepas dari cara kita berkomunikasi dengan berbagai medium baik secara online maupun offline.

Lalu, apa saja contoh konkret dalam pemanfaatan teknologi dan bagaimana caranya agar kita tetap mampu menghadirkan kepemimpinan yang efektif?

Poin #1 Membagikan Tugas

Bila dulu kita menggunakan cara “face to face”  ketika membagikan tugas, maka kini Kamu dapat menggunakan “Jempol” Kamu melalui aplikasi chat. Sebagai seorang pemimpin hendaknya kita menyadari bahwa dunia online dan offline itu sama saja di mana “interaksi” akan menumbuhkan “persepsi”. Oleh karena itu, kita harus mampu untuk memahami kapan kita akan membagi tugas, untuk siapa tugas tersebut diberikan dan bagaimana ekspresi pembagian tugas itu diberikan.

Hubungan Kamu dengan tim Kamu adalah hubungan profesional di mana Kamu dibatasi oleh kontrak kerja di mana dalam undang-undang terdapat batasan jam kerja.

Membagikan tugas saat karyawan sudah selesai jam kerja terlebih saat karyawan libur tentunya akan dapat mengubah pandangan mereka tentang diri Kamu sebagai pemimpin.

Intinya: Gila kerja boleh-boleh saja dan itu sangat bagus, namun kita juga harus tetap menghargai waktu mereka yang sedang beristirahat atau bahkan sedang berlibur. Bayangkan jika Kamu sedang berlibur, lalu menerima daftar tugas dari WhatsApp, bagaimana liburanmu? Apakah menyenangkan?

Jadi, untuk membagikan tugas secara efektif, maka kehadiran kamu dalam memimpin briefing secara face to face  tetap sangat diperlukan.

Poin#2 Membagikan Informasi

Alat digital sangat membatu dalam membagikan informasi secara efektif, cepat, dan murah. Jika memang tujuannya adalah untuk menyebarkan informasi, maka sebaiknya batasi informasi yang dibagikan. Buatlah aturan yang jelas mengenai informasi apa saja yang boleh dan tidak boleh di-share. Banyak kita jumpai bahwa grup WhatsApp hanya menimbulkan segudang sampah yang tidak berguna, jika aturan mainnya tidak jelas.

Poin #3 Menyelesaikan masalah

Sebagai pemimpin, kita ingin cepat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Berbagai permasalahan tersebut tentunya harus didiskusikan dengan arif dan bijaksana dengan ekspresi bahasa yang baik dan santun.

Terlepas Kamu menggunakan platform digital, maka ekspresi Kamu dapat terbaca oleh mereka sehingga hal ini juga dapat berpengaruh terhadap cara kamu untuk memperngaruhi mereka ke arah yang kamu mau. Umumnya, dalam menyelesaikan masalah yang rumit akan diperlukan waktu yang panjang dan tetap saja Kamu membutuhkan jalur offline secara untuk menyelesaikan masalah, tidak cukup hanya lewat WhatsUp karena feel-nya akan beda.

Jika Kamu mencoba menyelesaikan secara online karena keterbatasan jarak, maka gunakanlah platform Skype atau conference call lainnya sehingga kamu dapat menjalin komunikasi yang lebih efektif dibandingkan hanya melalui pesan “text” . Jika Kamu di ruang lingkup hotel, maka Solution Focused Meeting yang dilakukan secara offline tetap diperlukan sehingga proses penyelesaian masalah menjadi efektif dan efisien.

Poin #4 Melatih dan menginspirasi

Sebagai pemimpin salah satu tugasnya adalah untuk melatih dan menginspirasi tim. Kamu dapat menggunakan link YouTube atau buatlah kata-kata motivasi yang dapat Kamu bagikan melalui WhatsApp. Tebarkanlah “aura” positif dan “optimistis” dalam setiap kalimat yang kamu buat.

Namun, sebaiknya lakukan juga pelatihan melalui jalur offline dengan cara langsung agar 3 domain kompetensi (Attitude, Knowledge, Skill) dapat tersampaikan dengan benar. Jika kamu ingin share knowledge dan soft skill maka bisa dilakukan dengan online, namun jika konten pelatihan berkaitan dengan hard skill dan attitude maka sebaiknya  lakukanlah dengan cara offline. Alat digital memang mempermudah pekerjaan kita, namun harus tetap sasaran.

Jika Kamu menggunakan jalur online untuk melatih karyawan dan membagikan konten dari pihak luar, maka nilai-nilai yang terkandung tidak 100% orisinil dari hotelmu, atau bahkan melenceng dari core values yang ada. Pemimpin adalah salah satu driver dalam menanamkan budaya kerja dan hendaknya dapat hadir secara face to face untuk menginspirasi dan melatih timnya untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai luhur dari hotelmu.

Poin #5 Memberikan Umpan Balik (Feedback)

Cara memberikan feedback tetap sama saja baik secara offline maupun online, yaitu dengan cara menyampaikan hal-hal yang sudah baik maupun hal-hal yang harus ditingkatkan. Dengan menggunakan platform digital, maka feedback dapat diberikan secara instan.

Jadi, Kamu dapat menggunakan “platform digital” melalui ketikan dari “jempol” kamu untuk membagikan informasi, menyelesaikan masalah, melatih, dan menginspirasi tim dan memberikan feedback. Namun, dunia offline juga sangat dibutuhkan sehingga kehadiranmu dapat dirasakan langsung oleh tim untuk membawa mereka ke arah tujuan yang hendak Kamu raih. Karena, jalinan emosional atas interaksi yang timbul dapat Kamu ciptakan melalui dua cara tersebut.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin