AJAR.id – Hello Ajarian! Dynamic rate atau dynamic pricing merupakan strategi penerapan harga yang didasarkan atas perubahan demand (permintaan) dan supply (penawaran). Contoh penerapannya sering kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya: Harga tiket pesawat yang cenderung naik ketika lebaran, tapi kembali normal/turun ketika permintaan turun.

Lalu, bagaimana caranya untuk menerapkan dynamic rate di hotel? Siapa saja yang bertanggung jawab untuk melakukan perubahan harga kamar hotel?

Dengan menerapkan konsep dynamic rate berarti kita menerapkan harga kamar sesuai dengan supply & demand. Semakin tinggi permintaan (demand) maka semakin tinggi pula harga yang dipatok, sebaliknya semakin kecil permintaan maka semakin rendah harga yang dipatok.

Sebelum menerapkan konsep dynamic rate ini, sebaiknya hotel menyusun langkah-langkah di bawah:

Pertama, Membuat Rate Structure (Struktur Harga)

Struktur harga perlu dibuat untuk beraneka ragam pasar yang berbeda. Misalnya saja untuk segmen corporate, travel agent, atau individual.

Khusus untuk publish rate, jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu yang hanya menggunakan single rate, akibatnya kurang fleksibel bagi tamu dan terlambat dalam merespons keinginan pasar.

Oleh karena itu, saat ini di hotel diterapkan konsep “yield” untuk aplikasi dynamic rate di hotelnya. Di mana harga publish rate umumnya dibagi menjadi tiga kategori: low, medium, dan high rate. Selain harga publish, konsep yield ini juga bisa diterapkan untuk harga online travel agent.

Namun, ada beberapa rate yang tidak bisa menggunakan konsep yield, misalnya harga yang kita terapkan untuk klien corporate dengan kontrak kerja sama. Karena umumnya hotel terikat kontrak sebelumnya dan mereka memberikan jumlah volume dan nilai dalam kurun waktu tertentu.

Jika harga diubah sesuai demand & supply, maka berpotensi keluar dari kesepakatan kontrak. Namun, saat ini beberapa dari mereka sudah mulai berminat untuk konsep dynamic rate dalam kerja sama dengan hotel.

Nah, harga kamar hotel yang fix seperti ini dalam istilah revenue disebut sebagai non yieldable, sedangkan yang bisa flexible disebut sebagai yieldable.

Bagian yang bertanggung jawab untuk merumuskan struktur harga ini adalah Sales & Marketing yang bekerja sama dengan Revenue Manager yang diketahui oleh GM dan Corporate (chain).

Kedua, Mengontrol Supply & Demand

Untuk mengetahui tingkat supply & demand sebetulnya sangat mudah, kita bisa melihat jumlah kamar (room available) yang tersedia di hotel kita, lalu Kamu bisa menentukan harga jualnya. Biasanya manajemen sudah menentukan kondisi penerapan harga dan otomatis diaplikasikan di sistem hotel (property management system).

Contoh penerapan kondisinya: Jika room availability (ketersediaan kamar) antara XX hingga XX maka, harga yang berlaku adalah XX. Kondisi tersebut dibuat menjadi beberapa tingkatan, yaitu harga terendah, harga menengah, dan harga tertinggi.

Kedua, kita bisa melihat situasi kompetisi dengan kompetitor kita. Cara mengetahuinya adalah dengan menggunakan laporan dari front office dari beberapa kompetitor yang telah bertukar data dengan hotel kita seperti: occupancy, average rate, dan data lainnya. Ketiga, selalu evaluasi forecast baik harian, mingguan, maupun bulanan. Perhatikan dan analisa dengan seksama data forecast yang Kamu miliki, lalu tentukan harga sesuai dengan data yang Kamu miliki.

Bagian yang bertanggung jawab untuk memonitor pergerakan supply and demand ini antara lain: Revenue & Distribution dan Reservation/Front Office tergantung besar atau kecilnya hotel yang dioperasionalkan.

Setelah Kamu menerapkan konsep dynamic rate, maka manfaatnya adalah sebagai berikut:

  • Tamu mendapatkan harga yang adil sesuai dengan hukum ekonomi yang mengacu kepada demand dan supply.
  • Bisnis hotel menjadi lebih terkontrol untuk memastikan tingkat hunian dan harga yang ideal.
  • Hukum Pareto terpenuhi, yaitu prinsip 20% effort dan 80% result dengan cara memaksimalkan inventory dan nilai bisnis.

Salam Jempol! 

By Ikin Solikin