AJAR.id – Hello Ajarian! Sebelum diulas lebih lanjut, mari kita tanyakan pada diri kita:

Pertama, apakah Kamu menggunakan smarthone? Apakah handphone atau smartphone-mu terdapat fasilitas perkiraan cuaca?

Kedua, apakah Kamu menggunakan Facebook? Jika iya, pernahkah Kamu mengunggah fotomu yang berisi banyak orang di dalamnya lalu Facebook secara otomatis memberikan tag kepada rekanmu?

Ketiga, pernahkah Kamu mendengar berita di luar sana ada kendaraan tanpa pengemudi?

Nah, semua hal di atas dikembangkan dengan teknologi AI. Pertanyaannya kemudian:

Apa sih Teknologi AI itu? 

Merujuk pada definisinya yaitu:

AI (Artificial Intelligence)

ar·ti·fi·cial in·tel·li·gence

-noun-
“AI is the theory and development of computer systems able to perform tasks that normally require human intelligence, such as visual perception, speech recognition, decision-making, and translation between languages”

Gampangnya, AI adalah kecerdasan yang dibuat oleh manusia dan dikembangkan dalam sebuah sistem komputer yang memiliki kecerdasan layaknya seorang manusia dan mampu mengerjakan tugas-tugas manusia. Misalnya dalam menjalankan tugasnya, AI mampu mengenali suara, gambar, sinar, panas, mampu mengambil keputusan, mampu menerjemahkan bahasa, mampu memecahkan logika, dan kecerdasan lainnya yang umumnya dimiliki oleh manusia.

Contoh Penerapan AI di Hotel adalah sebagai berikut:

Pertama, sistem yang mampu melihat pattern jadwal kerja karyawan dan merekomendasikan jadwal kerja yang sehat dan tepat sasaran sesuai sasaran bisnis ketika user akan membuat jadwal kerja. Misalnya, sistem akan otomatis mendeteksi bahwa karyawan yang habis masuk malam lalu mendapatkan libur, maka sistem akan mengalokasikan jadwal masuk kerja di minggu selanjutnya dengan memberikan waktu istirahat yang cukup.

Jadi contohnya: habis masuk malam, libur, terus besoknya user mengalokasikan masuk pagi, lalu sistem akan memberikan advice dengan memberikan pilihan jadwal yang sehat. Sebelum memberikan advice, sistem akan melihat informasi, mengolah berbagai aspek logika, dan membaca parameter forecast dari volume bisnis. 

Kompleksitas pembuatan teknologi AI jauh lebih tinggi dibanding hanya sebatas membuat sistem berbasis data entry dan umumnya kondisi-kondisi dalam teknologi ini dibuat oleh para pakar di bidangnya yang merupakan praktisi di bidang yang digeluti.

Contoh Kedua, sistem yang mampu menghitung inventory cutleries atau linen lalu melakukan input ke sistem secara otomatis.

Ketiga, sistem akan langsung mengalokasikan kamar yang paling disukai oleh tamu, memberikan daftar makanan yang paling disukai, dan memberikan estimasi jumlah revenue sebelum tamu datang ke hotel sesuai dengan kebiasaan-kebiasaan dalam mengonsumsi produk dan layanan hotel sebelumnya.

Keempat, sistem yang mampu memberikan saran dalam tata kelola karier seorang, memberikan masukan ke manajemen dalam proses perekrutan karyawan, melakukan 360 degree referensi check atau memberikan rekomendasi keputusan yang harus dibuat dalam menghadapi situasi tertentu.

Terakhir, sistem yang mampu memprediksi volume demand dan supply di pasarmu, menyajikan data-data kompetitor, lalu sistem mengambil keputusan untuk menerapkan harga yang ideal.

Apakah contoh di atas hanya sebatas mimpi? Tidak, di industri kesehatan tanah air sudah banyak diterapkan, bahkan keputusan yang dibuat oleh dokter untuk pasien kanker, jantung, dan penyakit lainnya sebagian direkomendasikan oleh teknologi ini.

Bagaimana cara kerjanya?

AI adalah kecerdasan buatan, logikanya dibuat dan dirancang oleh manusia di mana cara kerja AI adalah membaca data-data masa lalu yang diambil baik dari sumber internal maupun external yang diiringi dengan berbagai parameter yang telah ditentukan sebelumnya. Lalu, sistem akan memprediksi dan merekomendasikan langkah apa yang harus diambil. Hal ini juga disebut sebagai “Machine Learning” di mana sistem menggunakan referensi-referensi untuk mempelajari situasi dan memberikan rekomendasi yang tepat dan akurat sesuai business practice yang ada.

Apa contoh nyata di lapangan yang sering Kamu gunakan?

Apakah Kamu menggunakan Waze untuk navigasi ketika berkendara? Ya, Waze mengadopsi teknologi AI, Ia tahu jalan mana yang macet dan merekomendasikan driver untuk menggunakan jalan yang lancar. Dalam contoh ini, Waze menggunakan kumpulan data  hystory, data pencitraan gambar dari satelit, lalu memberikan pilihan keputusan yang bisa kita ambil untuk menghindari macet atau memilih jalur tercepat.

Apa hubungannya antara AI dan Big Data? 

AI bekerja sesuai dengan data-data yang tersedia di dunia ini, yang jumlahnya kian bertambah setiap detiknya. Data tersebut diolah, dipelajari, lalu mesin memberikan rekomendasi atau mengambil alih tugas manusia untuk proses pengambilan keputusan. Jadi Big Data ini digunakan sebagai bahan referensi dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sistem.

Kesimpulannya, AI mempermudah pekerjaan kita, namun sisi buruknya, AI bisa mengurangi jumlah tenaga kerja, karena tugas manusia bisa diambil alih olehnya. Namun demikian, sehebat-hebatnya teknologi ini, yang membuat adalah manusia dan yang lebih hebat adalah yang menciptakan manusia beserta isinya, yaitu Tuhan YME.

Sahabat Ajarian, sudah siapkah Kamu menyambut teknologi AI untuk industri hotel?

Salam Jempol!

By Ikin Solikin