AJAR.id ─ Hello Ajarian! Setiap perusahaan pasti memiliki sebuah kebijakan serta SOP tersendiri agar kinerja para stafnya menjadi terkontrol dan memenuhi ekspektasi perusahaan tersebut. Tidak adanya aturan dalam sebuah perusahaan akan menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif, terutama di lingkup perhotelan.

Hotel akan selalu mengutamakan kepuasan tamu, di mana rasa puas tersebut bisa dicapai dengan adanya pelayanan staf yang profesional. Oleh karena itu, penting sekali mengatur kebijakan dan SOP agar seluruh staf memiliki standar yang sama dalam bekerja. Dalam artikel kali ini AJAR.id akan membahas khusus mengenai kebijakan dan SOP di departemen housekeeping saja. Nah, sebelum memulai pembahasan ini pahami dulu yuk apa yang dimaksud dengan ‘kebijakan’ dan ‘prosedur’ pada penjelasan di bawah:

Kebijakan (policy) merupakan sebuah aturan atau kode etik yang berfungsi sebagai pedoman dalam bekerja, contoh policy dalam hotel misalnya: dilarang menyebarkan informasi tamu atau setiap staf wajib mengenakan pakaian pelindung saat melakukan pembersihan.

Prosedur: adalah sebuah instruksi untuk melakukan sesuatu, biasanya berupa tata cara yang menjadi standar tentang bagaimana sebuah pekerjaan harus dilakukan, seperti cara membersihkan kaca, cara membersihkan furnitur, dan sebagainya.

Departemen housekeeping umumnya memiliki lebih banyak policy dan SOP dibandingkan dengan departemen lain, dikarenakan oleh luasnya cakupan pekerjaan housekeeping dan juga karena dua alasan:

  1. Pekerjaan housekeeping membutuhkan instruksi terperinci ─ objek yang harus dibersihkan seorang Housekeeper sangat banyak dan standar kebersihannya pun berbeda-beda. Belum lagi alat dan chemical yang harus selalu disesuaikan berdasarkan objek pembersihannya. Bila tidak ada aturan yang bisa dijadikan pedoman, proses pembersihan menjadi tidak sesuai harapan.
  2. Alasan keamanan dan keselamatan dalam bekerja ─ tugas membersihkan bisa menjadi pekerjaan berisiko yang mengancam keamanan dan keselamatan staf maupun tamu. Contohnya bagi room attendant yang menangani ruang kamar, di mana ruangan tersebut merupakan privasi tamu. Kebijakan dan SOP dibutuhkan agar tamu merasa aman saat ada staf yang bertugas di kamar mereka.

Siapakah yang menciptakan kebijakan dan standar prosedur di hotel?

  • Departemen housekeeping ─ mengatur kebijakan dan SOP khusus lingkup housekeeping saja
  • Head office ─ menyusun kebijakan dan SOP secara umum
  • Manufacturers ─ mengatur cara yang benar dalam penggunaan dan pemeliharaan produk kebersihan

Hal-hal yang diatur dalam kebijakan dan prosedur standar di housekeeping umumnya seputar equipment atau peralatan kebersihan, chemicals, furniture, fittings, dan pakaian seragam. Kebijakan dan SOP yang telah disusun tentu harus disampaikan ke seluruh staf yang bekerja. Penyebaran informasi ini bisa dilakukan lewat training, disampaikan langsung secara pribadi oleh Supervisor, maupun ditulis dalam task sheets, atau job descriptions.

Salam Jempol!

By Inas Nadiya