AJAR.id – Hello Ajarian! Seperti yang Kamu ketahui lift adalah pesawat angkut bertekanan tinggi untuk menopang beban yang berada pada lift tersebut. Lift ini biasanya digunakan oleh gedung maupun hotel yang memiliki lebih dari tiga tingkat atau tiga lantai.

Di tahun 2017, berita mengenai jatuhnya lift di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta memenuhi halaman surat kabar maupun berita di televisi. Berbagai spekulasi dan rumor bermunculan dimulai dari ketidakpekaan pemerintah, pihak pengelola, dan dari kecerobohan pengguna lift yang memaksakan diri untuk bisa masuk ke dalam lift. Sebagian masyarakat di Indonesia kurang begitu memperhatikan tata cara penggunaan lift secara baik.

Lalu, bagaimana sih sebetulnya tata cara penggunaan lift yang baik?

Simak tata cara penggunaan lift yang baik di bawah ini:

  1. Sebelum memasuki pintu lift, sebaiknya para pengguna lift membuat antrian satu baris ke belakang di sebelah kiri pintu lift sampai pintu lift terbuka. Tujuan dibuatnya antrian satu baris ke belakang di sebelah kiri pintu lift adalah untuk memberikan jalan agar pengguna yang berada di dalam lift bisa keluar.
  2. Biarkan pengguna yang berada di dalam lift keluar terlebih dahulu untuk menghindari berdesak-desakan di pintu lift.
  3. Pengguna yang berada di awal barisan antrian langsung memosisikan dirinya di deretan paling belakang begitu seterusnya sampai barisan antrian paling belakang yang memosisikan dirinya di deretan paling depan ketika masuk lift. Fungsinya adalah untuk memberikan tempat bagi pengguna lainnya.
  4. Berikan kesempatan bagi pengguna lift yang difabel, orang yang sudah berumur lebih dari 60 tahun, dan ibu hamil untuk masuk lift terlebih dahulu.
  5. Lihat papan peringatan bobot maksimal atau jumlah maksimal yang mampu diangkut oleh lift. Jangan menunggu alarm warning berbunyi. Fungsinya agar lift tidak kelebihan beban sebelum beroperasi. Kebiasaan orang baru mau keluar dari deretan pengguna di dalam lift ketika alarm warning kelebihan beban berbunyi.
  6. Jangan tergesa-gesa masuk ke dalam lift, karena pintu lift dilengkapi dengan sensor yang membuat pintu lift tetap terbuka.
  7. Apabila dirasa tidak mampu menekan tombol, sebaiknya meminta tolong pengguna yang berada di dekat tombol tersebut untuk menekannya untuk kamu sehingga Kamu tidak mengganggu dan berdesakan dengan pengguna lain.
  8. Apabila lift sudah dirasa penuh, pengguna yang masih berada di luar jangan memaksakan diri untuk masuk ke dalam lift! Alangkah baiknya bersabar menunggu lift berikutnya, kalau dirasa terburu-buru sebaiknya menggunakan eskalator atau tangga di pintu darurat supaya cepat sampai tujuan.
  9. Ketika ada pengguna di deretan paling belakang yang akan keluar dari lift, pengguna yang berada di depannya memberikan celah untuk dia lewat. Caranya adalah dengan geser ke kiri atau ke kanan.
  10. Peka dengan kondisi sekitar, selalu fokus, dan jangan melamun. Terkadang lift dijadikan tempat untuk berbuat kriminalitas seperti pencopetan dan pelecehan seksual dengan memanfaatkan situasi lift yang penuh dengan orang.

Itulah beberapa poin tata cara penggunaan lift yang baik yang harus diaplikasikan di hotel. Jadilah pengguna lift yang tertib dan ciptakan kesadaran keamanan dan kenyamanan bagi sesama pengguna sehingga kasus jatuhnya lift akibat overload (kelebihan beban) dan kejahatan di dalam lift bisa diminimalkan.

Salam Jempol!

By Galih Satria Hutama