AJAR.idHello Ajarian! Jika Kamu tinggal di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan atau Denpasar dan mendengar bahwa temanmu bekerja di hotel, maka hal tersebut sudah sangat biasa dan mereka memahaminya bahwa pekerja hotel adalah para pekerja profesional yang syarat akan keterampilan dan kelayakan dalam bekerja.

Namun, bagaimana dengan di daerah-daerah? Apa kata teman-temanmu ketika mereka tahu bahwa Kamu bekerja di sektor perhotelan?

Ya, sebagian dari mereka mungkin masih belum mengetahui profesimu dan berpikir negatif tentang dunia hotel. Hal ini patut disayangkan dan perlu kita berikan gambaran mengenai bisnis perhotelan dan berbagai macam aktivitas di dalamnya.

Hotel adalah industri yang sangat berwarna, dinamis, dan menuntut semua orang di dalamnya mampu beradaptasi dengan para tamu-tamunya dari latar belakang yang berbeda pula: dari para pejabat pemerintahan, artis ternama, para pebisnis, para keluarga yang sedang berlibur, dan berbagai macam jenis tamu lainnya.

Nah, aktivitas tamu-tamu tersebut juga macam-macam, ada yang meeting, outbound, tidur, makan, wedding, mengajak main anaknya di kids club, renang, dan lain-lain.

Enaknya kerja di hotel itu ya banyak ketemu orang baru dengan berbagai macam jenis karakter yang berbeda-beda dan gaya hidup yang berbeda pula. Hal ini menuntut para karyawannya memiliki keterampilan komunikasi kelas wahid dan memiliki jiwa menolong, super ramah dalam keadaan apa pun, menuntut karyawan bekerja dengan cepat dan tepat dengan tingkat koordinasi yang mumpuni.

Jika kita mengenal berbagai macam aktivitas tamu di atas, bagaimana dengan aktivitas karyawan?

Untuk memupuk rasa solidaritas dan kekompakan tim, maka para karyawannya diberikan berbagai macam aktivitas sosial. Namanya sport & social activities. Aktivitasnya: ada yang berbentuk olah raga seperti main bola bareng, main ping pong, bersihin masjid, gereja, atau pura bareng-bareng temen yang beda agama, ikutan pengajian dan aktivitas religius lainnya.

Banyak para karyawan hotel yang rajin ibadah dan juga saling bantu membantu, selayaknya membantu keluarganya sendiri. Jadi, menyenangkan bukan kerja di hotel?

Di hotel itu, tidak hanya kerja, kerja dan kerja. Ada sesi hiburannya juga, misalnya ngeband, acara ultah, acara perayaan ulang tahun hotel, acara makan siang di restoran dan ngobrol bareng GM. Wah pokoknya banyak lah… tiap hotel biasanya punya acara yang berbeda, contoh di atas hanya contoh umumnya saja.

Nah, melihat beragam aktivitas di dalamnya, maka hotel adalah sebuah industri yang juga turut serta dalam mengembangkan “karakter” dan “kepribadian” bagi para pegawainya. Kalau mau belajar karakter, kerja aja di hotel. Lambat laun karakter mu bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Karena, selain Kamu akan belajar berkolaborasi dan komunikasi, di hotel itu sangat disiplin dalam segala hal serta menuntut Kamu menjadi pribadi yang jujur dan berintegritas.

Jujur dan integritas menjadi kata kunci yang tidak bisa ditawar, karena bisnis hotel adalah bisnis kepercayaan di mana tamu telah percaya terhadap hotel yang diwakili oleh para petugasnya. Contohnya, tamu berkenan untuk meninggalkan barang-barangnya di kamar hotel ketika mereka meeting, karena mereka telah percaya kepada petugas bahwa di hotel tempat ia menginap aman.

Hotel itu sangat tegas dalam kedua hal tersebut, misalnya bila Kamu menganggap sabun hotel itu murah, maka bila Kamu bawa pulang satu buah sabun saja dan jika ketahuan bisa berakibat fatal terhadap kariermu. Hal ini terlihat sepele (wong cuma satu buah sabun), tapi hal ini sangat penting untuk menjaga nilai-nilai luhur para sesepuh hotelier, yaitu jujur dan integritas. Jadi ya bukan para politisi saja yang pakai slogan itu, bedanya kalau di hotel tidak main-main. Sekali lagi saya ulangi: tidak main-main dan bisa berakibat fatal kelas wahid jika dilanggar.

Kedua adalah disiplin, umumnya 30 menit sebelum jadwal kerja, petugas sudah sampai lokasi hotel, karena mereka harus dandan dulu supaya rapi, bersih, dan wangi. Lalu, menghadiri briefing 15 menit sebelum jam kerja dimulai. Jika Kamu terlambat dan sering terulang, maka akan fatal juga untuk kariermu. Disiplin ini fungsinya untuk mengajarkan karyawan supaya selalu tepat dalam memberikan pelayanan serta menghormati waktu orang lain.

Jadi, komunikatif, kompak, disiplin, jujur, dan berintegritas adalah “way of life” yang harus dipegang teguh oleh para hotelier yang sangat berguna untuk mengembangkan karakter diri dan menunjang tujuan karier impianmu.

Dengan melihat lifestyle kualitas jempolan tersebut di atas, seharusnya masyarakat luas mendukung bahwa dengan berdirinya hotel di sekitar lingkunganmu, maka hotel pun berperan dalam mendidik masyarakat di sekitar karena umumnya yang bekerja di hotel salah satu atau salah banyak di antara mereka adalah warganya sendiri. Demikian juga dengan hotelnya: hotel yang baik adalah mereka yang ramah terhadap para tetangganya.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin