AJAR.id – Hello Ajarian! Pada artikel ini AJAR.id akan fokus membahas mengenai KPI yang umum diterapkan dalam revenue management.

Jika Kamu pernah membaca buku atau mengikuti pelatihan tentang revenue management, Kamu pasti tahu bahwa pengelolaan revenue di hotel tidak hanya sekedar buka atau tutup inventori di setiap channel penjualan dan menaikkan atau menurunkan harga kamar, tetapi juga mengarah pengelolaan bisnis secara strategis.

Dalam tata kelolanya dibutuhkan analisa yang akurat yang berhubungan dengan banyak departemen yang tentu saja memiliki ukuran yang jelas dalam mengukur tingkat keberhasilannya.

Cakupan operasional revenue management ini sangat luas. Cakupannya mencakup semua sumber pendapatan seperti pendapatan kamar, restoran, spa, bar, meeting room, dan lain-lain.

Selain itu, perspektif dalam proses pengambilan keputusan juga sangat kompleks, karena harus melihat dari berbagai macam perspektif, baik perspektif internal maupun external.

Oleh karena itu, jika Kamu menemui seorang Revenue Manager yang cerewet, itu berarti Dia sedang menunaikan fungsinya. Jadi, berpikir positif terhadap orang lain juga sangat penting untuk kesuksesan bersama.

Dalam artikel ini, AJAR.id hanya fokus membahas KPI yang diterapkan di room revenue (pendapatan kamar).

Lalu, apa ukuran indikator kesuksesan yang digunakan dalam tata kelola pendapatan untuk kamar hotel? Dan bagaimana cara mengukurnya?

Berikut ini penjelasannya:

Room Revenue KPI Overview 

Pada dasarnya, terdapat dua perspektif KPI yang digunakan, yaitu dari sudut pandang internal dan external.

Pertama: Internal KPI

Internal KPI digunakan untuk mengukur keberhasilan tata kelola pendapatan secara internal, yaitu untuk melihat kinerja di lingkungan hotelmu sendiri. Contoh KPI yang lebih lengkap, silakan pelajar dalam link di bawah:

  1. Average Room Rate
  2. Average Daily Rate 
  3. Occupancy Rate
  4. RevPAR
  5. GoPAR
  6. CPOR

Setiap KPI di atas berkorelasi dengan strategi pemasangan harga, struktur biaya, dan investasi yang telah dikeluarkan untuk pembuatan kamar sebagai produk hotel. Semua KPI di atas juga saling saling berkaitan antara satu KPI dengan KPI lainnya. Sehingga, operasional dan arah bisnis dapat dikendalikan dengan baik dengan KPI tersebut.

Kedua: External KPI

External KPI digunakan untuk mengukur keberhasilanmu dari sisi kompetisi di pasar. Datanya diperoleh dari perbandingan dengan hotel lain dalam ruang lingkup competitor set yang sudah ditentukan sesuai dengan segmentasi hotel. Contoh KPI-nya adalah sebagai berikut:

  1. Average Rate Index (ARI)
  2. Market Penetration Index (MPI)
  3. Revenue Generation Index (RGI)
  4. Fair Share
  5. Natural Market Share

Dari kedua KPI di atas, maka dapat diukur Perspective Profitability (keuntungan bisnis): Gross Operating Profit Ratio (GOP) dan Net Operating Profit Ratio (NOP). Sehingga, dapat diketahui indikator kesuksesan sebuah hotel.

Fungsi dari KPI di atas adalah untuk membandingkan antara sasaran kerja yang telah ditentukan dengan pencapaian kinerja dalam periode kurun waktu tertentu. Sehingga, pola manajemennya dapat lebih proaktif dalam menyikapi situasi yang dihadapi.

Indikator-indikator tersebut sangat penting dalam pengoperasian hotel. Perumpamaannya seperti saat Kamu mengendarai sebuah kendaraan yang dilengkapi GPS dan berbagai macam indikator seperti indikator kecepatan, bensin, air radiator, indikator suhu AC dan lain-lain. Setelah mengatur lokasi tujuan, Kamu patuh untuk memenuhi semua indikator tersebut. Niscaya Kamu merasa nyaman dalam perjalanan dan selamat sampai tujuan.

Begitu pula dengan hotel, jika Kamu ingin hotelmu sukses dan berjalan dengan lancar, Kamu harus tahu indikator-indikator yang ada di hotel.

Salam Jempol!

By Ikin Solikin