AJAR.id – Hello Ajarian! Pernahkah Kamu merasa “diabaikan” ketika Kamu berada di dalam sebuah acara kumpul-kumpul seperti reuni sekolah, kerja kelompok, acara kantor, arisan, makan siang bersama teman-teman baru, menerima tamu di tempat kerja, atau bahkan berbicara dengan klien?

Sementara itu, ada rekanmu yang jika Kamu perhatikan, di setiap kehadirannya itu seperti “magnet” yang mampu membuat orang tertarik dengan apa pun yang dia bicarakan. Sepertinya siapa pun yang berbicara dengannya, mereka selalu menikmati pembicaraan tersebut dan tidak bosan-bosan untuk bersama-sama dengan rekanmu.

Jika Kamu pernah merasa demikian atau saat ini hal tersebut masih terjadi dengan dirimu. Kamu tidak perlu risau karena dalam tulisan ini akan dipaparkan cara mudah dan sederhana agar Kamu menjadi “magnet” pada setiap percakapan kapan pun dan dengan siapa pun yang mana hal ini akan menjadikanmu mempunyai karisma, percaya diri, dan menjadi orang yang selalu menyenangkan untuk diajak bicara.

Lalu, apa solusinya?

Dengan mengacu kepada pelajaran Hipnotis yang saya pelajari, menjadi “magnet” adalah sebuah proses Hipnotis secara sadar yang telah terjadi dalam percakapan tersebut.  Berikut 5 hal yang harus Kamu lakukan agar Kamu menjadi magnet dan secara sadar Kamu menghipnotis siapa pun lawan bicaramu.

Pertama, Kontak Mata
Hal sederhana ini ternyata yang menjadi magnet terkuat di dalam mengikat seseorang atau kelompok ketika kita sedang berbicara. Menjaga kontak mata, menunjukkan kepada lawan bicara kita bahwa kita menghormati dia dan menghargai dia secara pribadi serta menunjukkan bahwa kita tertarik dan senang berbicara dengan lawan bicara kita.
Kontak mata di sini adalah kontak mata yang bersahabat, yaitu tatapan mata yang lembut, dan bersahaja. Jika Kamu pada saat pembicaraan tersebut menjadi pusat perhatian banyak orang, maka Kamu harus menjaga kontak matamu dengan semua orang yang Kamu ajak bicara.

Kedua, Postur Tubuh Terbuka
Postur tubuh terbuka adalah postur tubuh yang rileks, tenang, dan terbuka. Pastikan posisi tangan tidak bersedekap dengan lengan dan telapak tangan terbuka. Postur ini menunjukkan bahwa Kamu “membuka” pintu dan mengizinkan lawan bicaramu masuk dan dekat dengan Kamu. Di sinilah kehangatan itu tercipta. Postur tubuh terbuka akan membuat lawan bicaramu merasa nyaman untuk berlama-lama bersamamu.

Ketiga, Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah yang bersahaja dan senyum yang tulus adalah hal berikutnya yang terpenting agar Kamu menjadi magnet bagi lawan bicaramu. Pastikan ekspresi wajah ini senada dengan apa yang Kamu ucapkan, sehingga lawan bicaramu akan ikut larut dalam cerita yang Kamu sampaikan. Tapi jangan terlalu berlebihan juga dalam mengekspresikan wajahmu karena akan terkesan mengada-ngada dan memberikan kesan aneh kepada lawan bicara.

Keempat, Sebutkan Nama Lawan Bicara
Jika kita menambatkan perahu kita di tepi pantai, agar perahu tersebut tetap pada tempatnya dan tidak terbawa ombak, maka kita menggunakan jangkar sebagai pengikat perahu. Di dalam berkomunikasi, menyebutkan nama lawan bicara, terutama untuk lawan bicara yang baru dikenal, akan menjadi pengikat atau jangkar agar lawan bicara tetap fokus dengan kita. Selain itu, menyebutkan nama lawan bicara akan menjaga kedekatan hubungan dengan lawan bicara kita.

Kelima, Menggunakan Kata-Kata yang Spontan dan Positif
Kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah cerminan hati kita. Untuk menjadi “magnet”, kata-kata positif adalah kuncinya. Semakin positif yang kita bicarakan, semakin menambah semangat orang yang mendengarkan karena ternyata positif itu menular dan menambah energi. Berbagilah hal-hal yang menimbulkan semangat hidup baru karena setiap orang selalu membutuhkan lawan bicara yang mempunyai energi yang positif.

Jadi, untuk menjadi “magnet” ketika kita berbicara dengan lawan bicara kita dan untuk menjalin hubungan positif, maka kita dapat menggunakan kontak mata yang bersahabat, menggunakan postur tubuh yang terbuka, menggunakan ekspresi wajah yang bersahaja, menggunakan nama mereka dan gunakan kata-kata yang positif dalam percakapan. Kelima faktor ini akan menjadi kunci agar kita lebih dekat dan bersahabat terhadap lawan bicara kita, kapan pun dan di manapun karena tanpa disadari oleh lawan bicaramu. Pada dasarnya Kamu telah menghipnotis lawan bicaramu untuk menyukaimu sebagai lawan bicaranya.

Selamat mencoba….

Salam Jempol!

By Hendri Sentosa